Black & White Notes

KEJAHATAN KOMPUTER (CYBER CRIME) – TUGAS III ETIKA PROFESI

Posted in KULIAH dan TUGAS by dimazgyba on June 7, 2009

Cybercrime adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan memakai,computer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokan dalam beberapa bentuk, antara lain: (more…)

Advertisements

PEKERJAAN DAN PROFESI

Posted in KULIAH dan TUGAS by dimazgyba on April 27, 2009

BEDA PROFESI DAN PEKERJAAN

Banyak pihak yang sering menyamakan kedua status pekerjaan ini. Padahal sejatinya masing-masing antara status pegawai dan status profesi memiliki perbedaan dan bahkan sering kali bertolak belakang. Intinya jelas kita tidak bisa menuntut dokter, polisi, tentara dan profesi lain untuk sama dengan manajer keuangan, direktur utama yang statusnya pegawai. Demikian juga sebaliknya.

1. Satus pekerjaan dan kaitannya dengan waktu

Status orang sebagai profesi menjadikan perkerjaannya itu melekat pada dirinya dan tidak terikat pada waktu. Hal ini terbalik dengan keadaan status pegawai. Sebagai contoh:

Seorang polisi yang baru pulang bertugas pukul 18.00, di tengah perjalanan bertemu dengan pelaku kejahatan. Maka karena jabatannya merupakan profesi, pak polisi ini wajib untuk melakukan tindakan sesuai dengan wewenangnya. Meskipun saat itu sudah pukul 19.00, ia tetaplah seorang polisi.

Tapi jika ia seorang pegawai, misalnya seorang manajer operasional, maka ketika ia sudah berada di rumah ia tidak lagi lekat dengan jabatan operasionalnya. Alias ia kembali menjadi masyarakat biasa.

Karena itu polisi tidak pernah mengenal lembur, sementara pekerja pabrik memiliki hak untuk menuntut lembur jika melakukan pekerjaan di luar batas yang ditentukan.

2. Status pekerjaan dan kaitannya dengan tempat.

Seperti pada poin yang pertama, status profesi juga tidak melekat berdasarkan tempat. Sementara untuk pekerja tempat merupakan faktor yang penting untuk menentukan statusnya. Sebagai contoh:

Seorang dokter yang praktek di rumah sakit MMC, wajib menolong korban kecelakaan yang ditemuinya di jalan tol, meskipun jalan itu sangat jauh dari tempatnya bekerja. Tentunya dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Memang untuk beberapa profesi, seperti polisi diatur berdasarkan wilayah, namun sebenarnya wilayah ini hanyalah untuk mempermudah kontrol dan rantai komando. Sementara status profesi mereka tetap melekat dan tidak terikat wilayah.

Sebaliknya jika petugas parkir Plaza Senayan misalnya menemukan orang yang kesulitan parkir di Pondok Indah Mall, maka sangat aneh jika ia mengeluarkan pluitnya dan langsung berinisitaif untuk mengatur lahan parkir tersebut. Ini karena Mall PI bukanlah tempatnya bekerja sebagai pegawai petugas parkir. (more…)